• SELAMAT MEMPERINGATI "HAR KEBANGKITAN NASIONAL 20 MEI 2015".
  • "DIRGAHAYU KE-8 KABUPATEN KEPULAUAN SITARO BERPEMERINTAHAN OTONOM, 23 MEI 2015".
  • Ciptakan keselamatan, kenyamanan transportasi yang efektif dan efisien
  • Keselamatan jalan tanggung jawab kita bersama
  • Utamakan keselamatan dalam penyelenggaraan transportasi
  • cubeRandom

  • block

  • cubeStop


Selasa, 05 Mei 2015 - 13:30:01 WITA
Telkom Diminta Lebih Fokus Berikan Layanan di Daerah
Diposting oleh : Administrator DishubKomInfo - Kategori: Kominfo - Dibaca: 256 kali


   

JAKARTA - Langkah PT Telkom melakukan ekspansi besar-besaran dalam mengembangkan broadband (fiber optic) dan layanan IPTV (Internet Protocol Televison) di wilayah perkotaan mendapat sorotan. Sebagai badan usaha milik negara (BUMN), Telkom diminta lebih fokus mengembangkan layanan di daerah.

Pengamat Telekomunikasi, Heru Sutadi mengatakan, ketimpangan infrastruktur telekomunikasi melalui fasilitas digital yang masih berpusat di kota-kota besar seharusnya tak perlu terjadi.

Dia memandang, operator telekomunikasi di Indonesia sudah banyak, sehingga pasar tidak hanya berpusat di perkotaan. "Saya kira operator telekomunikasi kita sudah banyak, seharusnya mereka mampu melakukan ekspansi. Apalagi, kita punya BUMN telekomunikasi dimana pemerintah harusnya turun tangan," ujar Heru.

Menurutnya, peran pemerintah di sektor telekomunikasi dalam mengatasi ketimpangan bisa dilakukan lewat BUMN PT Telkom sebagai perusahaan milik pemerintah.

"Tapi, PT Telkom juga harus pintar-pintar, karena PT Telkom itu 51% punya pemerintah dan sisanya milik publik. Mereka (Telkom) mungkin juga mempertimbangkan sisi bisnis sehingga infrastruktur jaringan masih banyak berpusat di perkotaan," terangnya.

Heru menuturkan, sejak lima tahun lalu pemerintah telah memiliki program perluasan infrastruktur jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia yang dikenal sebagai Universal Services Obligation (USO). Namun, pada praktiknya program tersebut banyak ketimpangan sehingga tak berjalan maksimal.

"Seharusnya ini kesempatan, di mana pemerintah sudah saatnya campur tangan untuk mengurangi ketimpangan layanan digital yang saat ini hanya berpusat di kota-kota besar," tegasnya.

Dia menambahkan, jika melihat dari sisi bisnis, infrastruktur digital pada pusat-pusat perkotaan masih menggiurkan. Namun, daerah atau pelosok, bukan tak menguntungkan. (Sumber : www.okezone.com)